Selasa, 10 Februari 2009

MENJAGA KESEHATAN MULUT & GIGI SEBAGAI

Menjaga Kesehatan Mulut & Gigi Sebagai Persiapan Pasien Kanker Sebelum Radiasi & KemoterapiPenulis: SMF Gigi dan Mulut
MENJAGA KESEHATAN MULUT & GIGI SEBAGAI
PERSIAPAN PASIEN KANKER SEBELUM RADIASI & KEMOTERAPI
Oleh: SMF Gigi dan Mulut

I.PENDAHULUAN
Dokter gigi dalam melakukan pemeriksaan tidak hanya pada giginya saja, tapi termasuk jaringan-jaringan yang terdapat didalam mulut dan sekitarnya. Jaringan tersebut dapat berupa jaringan lunak seperti gusi, otot pipi, lidah dan jaringan keras seperti tulang rahang atas, rahang bawah dan tulang yang berhubungan langsung dengan rahang.
Keluhan atau rasa sakit yang timbul dirasakan oleh penderita pada satu tempat didaerah mulut belum tentu disebabkan oleh penyakit atau kelainan yang berada didaerah mulut tersebut.
Begitu juga kalau ada penyakit pada gigi dan mulut bisa berdampak timbulnya gangguan penyebaran infeksi di bagian lain dari tubuh.

II.RADIASI DAN KEMOTERAPI
Radiasi : adalah pengobatan kanker dengan menggunakan sinar radio aktif. Pengobatan tersebut dilakukan dengan dosis penyinaran tertentu sesuai dengan macam kankernya. Dalam pelaksanaannya pengobatan tersebut tidak boleh terputus, tapi harus terus menerus setiap hari sampai selesai. Dampak dari penyinaran dengan sinar radio aktif tersebut adalah:
-Gigi dan tulang penyangganya menjadi rapuh untuk sementara waktu.
-Elemen-elemen dalam darah menurun kadarnya dari normal.
Maka pasien selama menjalani penyinaran tidak boleh ada gangguan yang disebabkan adanya focus infeksi yang berasal dari jaringan lunak di mulut dan gigi. Setelah penyinaran selesai, pasien tidak diperbolehkan melakukan pencabutan gigi selama 3 tahun. Waktu tersebut dibutuhkan untuk pengembalian struktur tulang dan elemen-elemen dalam darah keadaan normal.
Kemoterapi adalah pengobatan kanker dengan menggunakan zat kimiawi yang dimasukkan kedalam tubuh langsung ke pembuluh darah (dengan cara infus). Selama pengobatan ini seperti pada pengobatan dengan sinar radio aktif, yaitu elemen-elemen darah menurun kadarnya dari normal. Maka pasien tidak boleh terkena infeksi, terutama yang bersumber dari gigi dan mulut. Biasanya pasien ditempatkan pada ruangan yang steril, maka pasien sedapat mungkin sudah bebas dari sumber infeksi. Tapi kalau pada kemoterapi ini, tidak perlu menunggu 3 tahun, pasien bisa melakukan pencabutan gigi asal elemen-elemen darah dalam keadaan memenuhi syarat. Hal tersebut untuk mencegah adanya pendarahan dalam mulut setelah pencabutan gigi. Jadi disarankan dalam proses pengobatan kanker baik dengan sinar maupun kemoterapi, mutlak harus dikonsulkan pasien tersebut ke dokter gigi. Sementara pasien dalam persiapan, bisa sambil dibersihkan focus infeksinya dalam gigi dan mulut.

III.FOKUS INFEKSI
Fokus Infeksi adalah suatu tempat yang mengandung kuman dan pada suatu waktu dapat menyebabkan penyebaran infeksi di tempat lain terutama kalau keadaan daya tahan orang yang bersangkutan sedang menurun. Fokus infeksi ini bisa dimana saja, tapi disini yang akan dibahas adalah fokus infeksi di dalam mulut dan gigi. Adapun focus infeksi yang berada dalam mulut dan gigi. Adapun focus infeksi yang berada dalam mulut dan gigi adalah:
Plak, adalah lapisan tipis yang menempel pada gigi karena gigi tersebut tidak atau belum dibersihkan sehingga dapat menyebabkan infeksi gusi dan gigi berlubang.
Karang gigi, lapisan keras yang menempel pada gigi baik rahang atas maupun bawah. Terutama pada gigi-gigi yang letaknya berhadapan dengan muara kelenjar ludah yaitu dibawah lidah dan pipi kiri dan kanan sehingga dapat menyebabkan infeksi pada gusi.
Gigi yang berlubang, baik lubang yang kecil maupun besar sehingga dapat menjalar terus dan berlubang terus dan lubangnya sampai ke syaraf dan menyebabkan rasa sakit yang berdenyut-denyut.
Gigi yang sudah mati, meskipun mahkotanya masih ada, tapi ada lubang yang sudah sampai syarafnya dan sudah tidak vital lagi sehingga dapat menyebabkan bengkak.
Akar gigi masih tersisa, gigi yang sudah mati bisa pecah sedikit demi sedikit mahkotanya sehingga tinggal akarnya saja atau karena pencabutan yang tidak tuntas sehingga dapat menyebabkan bengkak.
Tumbuhnya gigi bungsu yang bermasalah, gigi terakhir pada rahang atas maupun bawah yang timbul setelah rahang selesai berkembang sehingga dapat menyebabkan bengkak dan kesulitan untuk buka mulut.

IV.MENCEGAH TERJADINYA FOKUS INFEKSI DENGAN MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT
Usaha pencegahan merupakan tindakan yang lebih mudah dan murah dibandingkan dengan tindakan pengobatan. Maka dihimbau kepada pasien kanker untuk melakukan usaha pencegahan terjadinya fokus infeksi dalam gigi dan mulut dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut/sebagai berikut:
Plak, untuk mencegah terjadinya plak pada gigi:
-Pasien harus rajin membersihkan gigi dengan sikat gigi terutama sesudah makan dan sebelum tidur. Sesudah sikat gigi dan jangan makan apa-apa lagi.
-Banyak makan buah yang berserat tinggi seperti apel hijau, bangkoang dsb. Ini mempunyai daya self deansing (pembersihan pada gigi itu sendiri)
Karang gigi, ini terjadi bukan hanya karena gigi tidak disikat tetapi juga karena endapan dari ludah apalagi kalau gigi tersebut kotor dan banyak plak dipermukaannya sehingga mempermudah terjadinya perlekatan endapan ludah di gigi. Penanggulangannya:
-Seperti tindakan pencegahan terjadinya plak
-Kalau sudah ada karang gigi harus dibersihkan dengan alat khusus bisa secara manual atau elektronik.
-Gigi dipoles kemudian gusi yang sampai terdesak diolesi betadine untuk mulut.
Gigi berlubang, kalau merasa ada giginya berlubang sebaiknya segera berobat ke dokter gigi karena kalau tidak segera ditambal lubang mejadi tempat tertimbunnya sisa makanan yang kemudian menyebabkan bau yang tidak sedap dan berproses, lubang akan bertambah dalam.
Gigi yang sudah mati, tapi mahkotanya masih bisa dipertahankan, segera ke dokter gigi. Dengan rontgen pada gigi dapat dilihat jaringan penyangganya masih cukup baik atau tidak. Kalau masih cukup baik gigi bisa dirawat syarafnya. Perawatan tersebut dengan cara kunjungan berulang-ulang sampai akar gigi tersebut benar-benar bersih kemudian dilakukan penambalan sampai gigi bisa berfungsi kembali.Kalau jaringan penyangganya sudah tidak memenuhi syarat termasuk pernah bengkak sebaiknya gigi tersebut dicabut.
Akar gigi yang masih tersisa, ini mutlak harus dicabut karena sudah tidak ada fungsinya lagi bahkan sewaktu-waktu mudah sekali terjadi pembengkakan dijaringan mulut.
Gigi bungsu yang timbulnya bermasalah, artinya adalah gigi terakhir tersebut tumbuhnya disertai pembengkakan. Sebaiknya dilihat posisinya dengan roentgen foto gigi. Kalau tidak kekurangan tempat dan posisinya betul dapat dibantu dengan pengguntingan gusi yang menutupi oleh dokter gigi. Kalau kekurangan tempat dan atau posisiya tidak normal disarankan dicabut dengan operasi kecil oleh dokter gigi. Tapi ini harus difikirkan kemungkinannya berhubungan dengan keadaan umum fisik pasien.

V.KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan ;
Pemeriksaan gigi dan mulut sangat dianjurkan bagi pasien kanker yang akan mengalami radiasi dan atau kemoterapi untuk mendukung jalannya terapi tersebut.
Tindakan pencegahan penyakit gigi dan mulut lebih mudah dan murah untuk mencegah terjadinya fokus infeksi.
Kalupun gigi dan mulut dalam keadaan baik sebelum radiasi dan atau kemoterapi dapat dilakukan fluaridasi pada gigi untuk mencegah kerusakan yang akan datang.
Saran :
Karena perawatan gigi dan mulut biasanya tidak bisa 1 x kunjungan maka disarankan pemeriksaan dan perawatan gigi dan mulut dijalankan bersamaan dengan waktu persiapan radiasi dan atau kemoterapi selama keadaan umum pasien mendukung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar